DENPASAR, POS BALI ONLINE – Yayasan Pendidikan Cakra Cemerlang Internasional, SMK Penerbangan Cakra Nusantara Denpasar, menampilkan prembon inovatif berjudul Kaliputing Sapta Timira pada Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-39 di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Bali, Kamis (15/6).

Prembon ini menceritakan sebuah kerajaan entah berantah, yang dipimpin seorang raja bernama Prabu Mider Bhuana dan permaisuarinya, Sri Ayuning. Sang Prabu yang terkenal dengan kekayaan dan segala kehormatan, pada suatu hari ingin memiliki kekuatan seperti ayahandanya terdahulu.

Sang Prabu pun melakukan tapa brata yoga di bawah Gunung Himawan karena ingin melebihi kekuatan ayahnya. Setelah bertahuntahun bertapa, akhirnya sang raja mendapatkan kekuatan yang diinginkannya. Sayang, dengan kekuatan tersebut, Sang Raja berubah menjadi sosok yang angkuh, egois dan diliputi sapta timira atau tujuh kegelapan manusia. Kegelapan Sang Raja dalam memimpin kerajaan akhirnya membuat kerajaannya tersebut menjadi berantakan.

Pembina Tari SMK Penerbangan Cakra Nusantara Denpasar, I Putu Surya Darma, S.Sn., M.Sn., menjelaskan, SMK Penerbangan Cakra Nusantara Denpasar pertama kalinya tampil dalam ajang PKB. Penampilan perdana tersebut melibatkan 37 orang yakni 22 orang penabuh dan 15 penari. Persiapan yang dilakukan dengan melakukan latihan secara rutin selama tiga minggu di sekolah. Sementara kendala yang dihadapi dalam melatih penari, yakni hanya pengapalan teks. Karena, siswasiswi di sekolah ini baru pertama kali terlibat dalam pementasan. “Anak-anak masih awam dan baru mengikuti pementasan, tetapi di usia muda ini, respon mereka sangat antusias dan ini merupakan pengalaman berharga bagi mereka,” ujarnya.

Dalam garapannya, prembon dikreasikan dengan menggunakan bahasa Indonesia dan juga bahasa Inggris, selain itu juga menampilkan sejumlah tarian kreasi seperti tari kayonan dan tari tunjung. Surya Dharma melihat saat ini anak-anak muda banyak yang kurang terhadap kesenian- kesenian klasik. Ia berharap ke depan akan tetap melestarikan seni dan budaya dengan lebih meningkatkan serta membuat inovasi baru, khususnya pertunjukan seni tari maupun tabuh. sin